<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Biografi Ketua IMATETANI 2007/2008</title>
	<atom:link href="http://ketuaimatetani.wordpress.com/2008/07/15/biografi-ketua-imatetani-20072008/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ketuaimatetani.wordpress.com/2008/07/15/biografi-ketua-imatetani-20072008/</link>
	<description>Darah Teknik Pertanian begitu Melekat</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Aug 2008 11:14:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: GUNAWAN GIRI SAPUTRA</title>
		<link>http://ketuaimatetani.wordpress.com/2008/07/15/biografi-ketua-imatetani-20072008/#comment-2</link>
		<dc:creator>GUNAWAN GIRI SAPUTRA</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Aug 2008 11:14:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ketuaimatetani.wordpress.com/?p=3#comment-2</guid>
		<description>IMTPI, Tetap Pada Disiplin Ilmunya Kok…
Oleh ; Gunawan Giri Saputra©


IMTPI (Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian) telah didirikan hampir 10 tahun, dimana IMTPI merupakan suatu wadah yang dibentuk untuk  mempertegas institusi mahasiswa teknologi pertanian dan perannya dimasyarakat,  ini merupakan salah satu diantaranya. Dimana IMTPI merupakan wadah lembaga yang bersifat Eksekutif dimasing-masing institusi yang berkaitan dengan Teknologi Pertanian. Tapi mengapa sampai sekarang IMTPI belum bisa menunjukkan eksistensinya, mengapa… mungkin saja itu dikarenakan small sectorial/human yang sebagai penggerak tidak berorientasi atau mungkin ada hal lain yang perlu kita kaji bersama. IMTPI tidak akan menjadi sebuah organisasi ‘Militan’  dikarenakan IMTPI bukan merupakan sebuah wadah tuk teroris kawakan seperti yang seseorang pikirkan, jadi IMTPI merupakan wadah terbaik tuk Basic Ke-Ilmu-an Agritech yaitu wadah yang dapat mempersatukan itu semua, bukan hanya segelintir/sebagian kecil saja yang dikarenakan kebutuhan oleh segelintir yang mempunyai kepentingan. Atau bisa saja  dikarenakan ketidak mampuannya tuk berorientasi keruang lingkup yang lebih besar dari sebuah induk keilmuan yang kesemuanya tidak bisa dipisahkan satu sama lain cukup Pra saja atau Pasca saja. Karena ketika dipisahkan mungkin sudah tidak mempunyai manfaat lagi, termasuk dilingkup Ke-Ilmu-an lain secara menyeluruh itu tidak bisa terlepas satu sama lain.
IMTPI yang merupakan suatu wadah dari disiplin ilmu Teknologi Pertanian diantaranya Teknik Pertanian, Teknologi Pangan dan Teknologi Industri Pertanian (ataukah diinstitusi lain Tek. Hasil Pertanian) yang seharusnya menjadi motor (penggerak) untuk setiap lembaga eksekutif ditiap institusi  sehingga mempertegas eksistensi kita dalam disiplin ilmu tersebut.  Saya juga heran mengapa organisasi mahasiswa yang sifatnya sejenis (basic KeIlmuannya sama) saling unjuk gigi.. entah mengapa apa memang itu didasari faktor kebutuhan mereka, yah baguslah jika itu didasari oleh faktor kebutuhan mereka. Tapi pertanyaan mendasar dibenak saya seketika muncul, knp… knp mesti melahirkan sebuah “Timbah” yang merupakan sebagian kecil dari disiplin ilmunya kita. Apakah itu akibat kurikulum yang mengharuskannya lebih spesifik atau itu merupakan kebutuhan atau itu merupakan  kesemuanya dari sebuah golongan atau individu yang mempunyai kepentingan, atau mungkin saja paradigma yang digunakan itu (mode of thought) Konsekuensi terjauh dari perbedaan mode of thought ini adalah munculnya keragaman skema konseptual pengembangan pengetahuan yang kemudian berakibat pula pada keragaman teori-teori yang dihasilkan serta pengaplikasiannya pun berbeda-beda walau didasari basic yang sama. Sedangkan sependek pengetahuan saya sebuah paradigma sosial adalah sistem acuan menyeluruh yang membimbing aktivitas masyarakat.
IMTPI merupakan sebuah organisasi dimana awalnya kepentingan individu dikumpulkan tuk menjadi kepentingan sebuah golongan sehingga menjadi kepentingan bersama sehingga IMTPI merupakan aspirasi kepentingan-kepentingan yang dapat membuat kita meraih tujuan bersama. Mustahil jika sebuah organisasi jika tidak mempunyai kepentingan sehingga jika ada sebuah organisasi yang tidak mempunyai kepentingan itu Bullshiit… atau mungkin ada seperti  Yang sepertinya tidak ada kepentingan didalamnya.. yang jelas menurut saya dalam sebuah organisasi tersebut pasti mempunyai kepentingan didalamnya.   Kita tinggal memilih yang mana kepentingan skala prioritas (bersama) tuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah organisasi.
Kami tunggu sejauh mana sebuah individu/kelompok yang “katanya” ingin merapatkan barisan. Jadi ketika sebuah kelompok yang ingin bergabung dalam IMTPI harus melebur jika ingin masuk dalam sistemnya. Ataukah jika memang tidak bisa coba rubah sistem tersebut jika menurut anda mampu tuk merubahnya. Jadi intinya apalah arti sebuah wadah yang tidak mempunyai kepentingan jika kita mampu mempunyai wadah yang mempunyai kepentingan dibanding yang tidak. Tuk apa kita berorganisasi kalau begitu. Dengan kata lain jika tidak dapat diartikan sebuah “yang sia-sia” dalam tanda kutip. 

Salam banggaku buat pecinta pecintanya Teknologi Pertanian…
Jaya Teknologi Pertanian…

© Mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian Angkt.2004 Universitas Hasanuddin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>IMTPI, Tetap Pada Disiplin Ilmunya Kok…<br />
Oleh ; Gunawan Giri Saputra©</p>
<p>IMTPI (Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian) telah didirikan hampir 10 tahun, dimana IMTPI merupakan suatu wadah yang dibentuk untuk  mempertegas institusi mahasiswa teknologi pertanian dan perannya dimasyarakat,  ini merupakan salah satu diantaranya. Dimana IMTPI merupakan wadah lembaga yang bersifat Eksekutif dimasing-masing institusi yang berkaitan dengan Teknologi Pertanian. Tapi mengapa sampai sekarang IMTPI belum bisa menunjukkan eksistensinya, mengapa… mungkin saja itu dikarenakan small sectorial/human yang sebagai penggerak tidak berorientasi atau mungkin ada hal lain yang perlu kita kaji bersama. IMTPI tidak akan menjadi sebuah organisasi ‘Militan’  dikarenakan IMTPI bukan merupakan sebuah wadah tuk teroris kawakan seperti yang seseorang pikirkan, jadi IMTPI merupakan wadah terbaik tuk Basic Ke-Ilmu-an Agritech yaitu wadah yang dapat mempersatukan itu semua, bukan hanya segelintir/sebagian kecil saja yang dikarenakan kebutuhan oleh segelintir yang mempunyai kepentingan. Atau bisa saja  dikarenakan ketidak mampuannya tuk berorientasi keruang lingkup yang lebih besar dari sebuah induk keilmuan yang kesemuanya tidak bisa dipisahkan satu sama lain cukup Pra saja atau Pasca saja. Karena ketika dipisahkan mungkin sudah tidak mempunyai manfaat lagi, termasuk dilingkup Ke-Ilmu-an lain secara menyeluruh itu tidak bisa terlepas satu sama lain.<br />
IMTPI yang merupakan suatu wadah dari disiplin ilmu Teknologi Pertanian diantaranya Teknik Pertanian, Teknologi Pangan dan Teknologi Industri Pertanian (ataukah diinstitusi lain Tek. Hasil Pertanian) yang seharusnya menjadi motor (penggerak) untuk setiap lembaga eksekutif ditiap institusi  sehingga mempertegas eksistensi kita dalam disiplin ilmu tersebut.  Saya juga heran mengapa organisasi mahasiswa yang sifatnya sejenis (basic KeIlmuannya sama) saling unjuk gigi.. entah mengapa apa memang itu didasari faktor kebutuhan mereka, yah baguslah jika itu didasari oleh faktor kebutuhan mereka. Tapi pertanyaan mendasar dibenak saya seketika muncul, knp… knp mesti melahirkan sebuah “Timbah” yang merupakan sebagian kecil dari disiplin ilmunya kita. Apakah itu akibat kurikulum yang mengharuskannya lebih spesifik atau itu merupakan kebutuhan atau itu merupakan  kesemuanya dari sebuah golongan atau individu yang mempunyai kepentingan, atau mungkin saja paradigma yang digunakan itu (mode of thought) Konsekuensi terjauh dari perbedaan mode of thought ini adalah munculnya keragaman skema konseptual pengembangan pengetahuan yang kemudian berakibat pula pada keragaman teori-teori yang dihasilkan serta pengaplikasiannya pun berbeda-beda walau didasari basic yang sama. Sedangkan sependek pengetahuan saya sebuah paradigma sosial adalah sistem acuan menyeluruh yang membimbing aktivitas masyarakat.<br />
IMTPI merupakan sebuah organisasi dimana awalnya kepentingan individu dikumpulkan tuk menjadi kepentingan sebuah golongan sehingga menjadi kepentingan bersama sehingga IMTPI merupakan aspirasi kepentingan-kepentingan yang dapat membuat kita meraih tujuan bersama. Mustahil jika sebuah organisasi jika tidak mempunyai kepentingan sehingga jika ada sebuah organisasi yang tidak mempunyai kepentingan itu Bullshiit… atau mungkin ada seperti  Yang sepertinya tidak ada kepentingan didalamnya.. yang jelas menurut saya dalam sebuah organisasi tersebut pasti mempunyai kepentingan didalamnya.   Kita tinggal memilih yang mana kepentingan skala prioritas (bersama) tuk mencapai tujuan bersama dalam sebuah organisasi.<br />
Kami tunggu sejauh mana sebuah individu/kelompok yang “katanya” ingin merapatkan barisan. Jadi ketika sebuah kelompok yang ingin bergabung dalam IMTPI harus melebur jika ingin masuk dalam sistemnya. Ataukah jika memang tidak bisa coba rubah sistem tersebut jika menurut anda mampu tuk merubahnya. Jadi intinya apalah arti sebuah wadah yang tidak mempunyai kepentingan jika kita mampu mempunyai wadah yang mempunyai kepentingan dibanding yang tidak. Tuk apa kita berorganisasi kalau begitu. Dengan kata lain jika tidak dapat diartikan sebuah “yang sia-sia” dalam tanda kutip. </p>
<p>Salam banggaku buat pecinta pecintanya Teknologi Pertanian…<br />
Jaya Teknologi Pertanian…</p>
<p>© Mahasiswa Jurusan Teknologi Pertanian Angkt.2004 Universitas Hasanuddin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
